Aku Bukan Pilihan – Iwan Fals
siapakah dirinya yang mengaku kekasihmu itu
aku tak bisa memahami
ketika malam tiba ku rela kau berada
dengan siapa kau melewatinya
aku tak bisa memahami
aku lelaki tak mungkin
menerimamu bila ternyata kau mendua membuatku terluka tinggalkan saja diriku
yang tak mungkin menunggu
jangan pernah memilih aku bukan pilihan
selalu terungkap tanya benarkah kini dia
wanita yang ku kenal hatinya
aku tak bisa memahami
aku lelaki tak mungkin
menerimamu bila ternyata kau mendua
membuatku terluka tinggalkan saja diriku
yang tak mungkin menunggu
jangan pernah memilih aku bukan pilihan
tak perlu kau memilihku
aku lelaki bukan tuk dipilih
22 Januari – Iwan Fals
22 januari kita berjanji
coba saling mengerti apa didalam hati
22 januari tidak sendiri
aku berteman iblis yang baik hati
jalan berdampingan tak pernah ada tujuan
membelah malam mendung yang selalu datang
kudekap erat…
ku pandang senyummu dengan sorot mata yang keduanya murka lalu kubisikan sebaris kata kata putus asa
sebentar lagi hujan
dua buku teori kau pinjamkan aku
tebal tidak berdebu ku baca selalu
empat lembar fotomu dengan lemari kayu
ku pandang dan ku jaga sampai kita jemu
jalan berdampingan tak pernah ada tujuan
membelah malam mendung yang selalu datang
ku dekap erat kupandang senyummu
dengan sorot mata yang keduannya murka
lalu kubisikan sebaris kata kata putus asa
sebentar lagi hujan..
22 januari kita berjanji
coba saling mengerti apa didalam hati
22 januari tidak sendiri
aku berteman iblis yang baik hati
jalan berdampingan tak pernah ada tujuan
membelah malam mendung yang selalu datang
kudekap erat…
ku pandang senyummu dengan sorot mata yang keduanya murka lalu kubisikan sebaris kata kata putus asa
sebentar lagi hujan
dua buku teori kau pinjamkan aku
tebal tidak berdebu ku baca selalu
empat lembar fotomu dengan lemari kayu
ku pandang dan ku jaga sampai kita jemu
jalan berdampingan tak pernah ada tujuan
membelah malam mendung yang selalu datang
ku dekap erat kupandang senyummu
dengan sorot mata yang keduannya murka
lalu kubisikan sebaris kata kata putus asa
sebentar lagi hujan..
Jangan Tutup Dirimu-Iwan Fals
sebuah lagu termanis se sejenak iringi nurani
ada jarak diantara kita selimuti
sekian waktu telah tersita
ingiku hilang jarak terpentang semoga
datanglah kau kekasih dekap aku erat-erat
jangan buang pelukku yang tulus
biarkan hujan turun basahi jiwa yang haus jangan tutup dirimu
buat apa kau diam saja
pujalala agar aku semakin tahu warna dirimu duhai permata
kau mimpiku aku tak bohong seperti yang kau kira
seperti yang slalu kau duga pintaku kau percayalah selamanya
datanglah kau kekasih dekap aku erat-erat
jangan campakkan pelukku yang tulus
biarkan hujan turun basahi jiwa yang kering
jangan tutup dirimu
datanglah kau kekasih dekap aku erat-erat
jangan hancurkan pelukku yang tulus
biarkan hujan turun basahi jiwa yang haus
jangan tutup dirimu
datanglah kau kekasih
dekap aku erat-erat jangan limpahkan pelukku yang tulus
biarkan hujan turun bashi jiwa yang kering
kucari engkau lari kudiam kau hampiri
jinak burung dara justru itu ku suka
bila engkau tertawa hilang semua duka
gampang naik darah omong tak mau kalah
kalau datang senang nona cukup ramah
bila engkau bicara bersetan logika
sedikit keras kepala ah dasar betina ku suka kamu sungguh suka kamu
ku perlu kamu sungguh perlu kamu
engkau aku sayang sampai dalam tulang
banyak orang bilang aku mabuk kepayang
aku cinta kamu bukan cinta uangmu
ku suka kamu sungguh suka kamu
ku perlu kamu sungguh perlu kamu
langsat kuning cina warna kulit nona
bibir merah muda lesung pipitpun ada
wajah cukup lumayan dapat poin enam
kalau nona berjalan rembulan pun padam
ku suka kamu sungguh suka kamu
ku perlu kamu sungguh perlu kamu
No comments:
Post a Comment