Friday, 5 February 2016

Mengerikan..!!! Beginilah Sakitnya Sakaratul Maut Yg di Kabarkan Dalam Hadist Dan Al-quran



Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda mengenai betapa sakitnya sakaratul maut, “Jika rasa sakit seujung rambut dari rasa sakit yang dialami oleh mayit, diletakkan di atas langit dan bumi, tentu penduduknya akan mati dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda bahwa sakitnya sakaratul maut itu seperti kadar tiga ratus pukulan dengan pedang.




Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim meninggal, maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepadanya: “Bagaimana engkau menghadapi kematian wahai khalilullah?” Nabi Ibrahim menjawab: “Seperti besi pembakar daging yang diletakkan pada bulu basah, kemudian ditarik.”

Dalam sebuah riwayat, Nabi Isa alaihissalam yang diberi mukjizat dapat menghidupkan orang mati, suatu ketika didatangi beberapa orang kafir. Untuk membuktikan kemukjizatannya, maka Nabi Isa disuruh menghidupkan kembali orang yang telah lama meninggal, sebab kalau menunjuk kuburan yang usianya belum lama, mereka khawatir bahwa yang dihidupkan kemungkinan belum benar-benar meninggal. Tantangan dari orang kafir itu kemudian diterima, dan mereka disuruh untuk memilih kuburan mana yang dikehendaki.
Lalu mereka menunjuk mayat Syam bin Nun. Maka Nabi Isa alaihissalam mendatangi kuburnya untuk shalat dua raka’at dan memohon kepada Allah. Maka dengan izin Allah, Syam bin Nun bangun dari dalam kuburnya, sedangkan rambut dan janggutnya dalam keadaan beruban. Nabi Isa bertanya, “Padahal waktu engkau masih hidup dulu tidak demikian (tidak beruban)?” Lalu Syam bin Nun menjawab, “Aku mendengar panggilanmu, dan mengira kiamat telah tiba. Maka tumbuh uban di rambut dan janggutku karena terkejut dan takut.” Nabi Isa bertanya, “Sejak berapa lama engkau telah meninggal?” Syam bin Nun menjawab, “Sejak empat ribu tahun yang lalu. Tetapi hingga kini pedihnya sakaratul maut belum juga hilang.”
Kendati umat terdahulu mengalami kepedihan seperti itu menjelang kematian, namun orang-orang mukmin tidak akan mengalami hal yang serupa. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda: “Ruh seorang mukmin akan keluar dari jasadnya, seperti keluarnya rambut dari adonan tepung.”
Dalam sebuah keterangan diceritakan bahwa apabila Allah menghendaki mengambil ruh seorang mukmin, maka akan datang malaikat maut. Namun untuk mencabut ruhnya, sang malaikat mencari tempat termudah untuk melakukannya. Ketika malaikat maut ini ingin mengambil ruhnya lewat mulut, padahal mulut orang mukmin tersebut sering digunakan untuk berdzikir, maka akhirnya ia tidak jadi. Proses gagalnya pengambilan ruh ini kemudian dilaporkan oleh malaikat maut kepada Allah. Dan Allah lalu memerintahkan lagi untuk mengambilnya lewat anggota tubuh yang lain.
Anggota tubuh selanjutnya adalah tangan. Namun, saat ingin mengambil ruh dari anggota tubuh tersebut ternyata dilihat ada bekas perbuatan sedekah, menyantuni anak yatim, menulis ilmu, serta bekas memegang pedang untuk perang sabil, maka urunglah sang malaikat mencabutnya dari sana. Sebagai gantinya maka malaikat maut hendak mencabutnya dari sisi kaki. Namun, kembali usaha ini mengalami kegagalan, karena saat hendak mencabut, ternyata di kakinya terlihat ada bekas digunakan untuk berjalan menghadiri tempat shalat jama’ah, shalat ‘Id, serta menghadiri tempat pengajian. Melihat itu semuanya, maka sang malaikat mengurungkan niatnya untuk mengambil ruh dari sisi tersebut. Sebagai gantinya maka sang malaikat berpindah ke telinga. Tetapi setelah akan diambil dari arah telinga, dilihatnya bahwa pada sisi ini ada bekas mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan dzikir. Dan seakan tidak mau gagal dari usaha tersebut, maka malaikat maut akhirnya mencoba dari sudut mata. Namun apa boleh buat, dari sisi anggota tubuh ini pun mengalami kegagalan serupa. Hal itu terjadi lantaran pada panca indra penglihatan ini terlibat banyak kegiatan ibadah yang dilakukan, misalnya seperti membaca Al-Qur’an, membaca buku-buku agama, mengkaji ilmu-ilmu yang bermanfaat, dan aktivitas positif lainnya.
Dengan berbagai kegagalan yang dialami, maka malaikat maut akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian Allah berfirman: “Tulislah nama-Ku

No comments: